ayukarbala

lalala

MAHASISWA, BERKREASI, BERINOVASI

Bismillahirrahmanirrahim

Jadi gini ya. Pertanyaan pertama adalah identifikasikan dan jelaskan peluang, prospek, dan kesempatan sebanyak-banyaknya bagi para mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi.

Menurut saya ya, pastinya ada banyak cara dan jalan untuk mahasiswa dapat berkreasi dan inovasi. Seorang mahasiswa bisa dibilang mahasiswa kalau udah masuk ke jenjang perkuliahan. Perkuliahan itu ada setelah SMA. Nah, di saat perkuliahan alias saat kita udah menjadi mahasiswa, tentunya kita udah banyak mikir dong tentang semua pelajaran, pelajaran yang didapetin di TK, SD, SMP, SMA, iyakan? Kita juga udah ngelewatin masa-masa itu dan pastinya banyak pelajaran yang berharga dari sana. Banyak juga ke suksesan yang kita raih.. atau.. malah ke gagalan? Saat udah jadi mahasiswa itu, kita juga pasti udah banyak bergaul dengan teman-teman. Bisa dari kalangan yang baik, buruk, kalangan terpelajar, kalangan orang-orang nakal, dan sebagainya. Intinya, udah banyak kan kehidupan-kehidupan baik maupun buruk yang dilewatin sebelum kita menjadi mahasiswa?

Maka dari itu, menurut saya, semua peluang, prospek, kesempatan (yang menurut saya sama aja artinya hehehe) bagi para mahasiswa adalah berasal dari kehidupan-kehidupan sebelum menjadi mahasiswa. Tergantung mahasiswa itu menyikapinya aja dan juga tergantung sama keyakinannya dia. Setiap detik, menit, jam, hari, dsb, yang dilalui oleh seorang mahasiswa itu bisa jadi peluang untuk mereka bisa berkreasi dan berinovasi.

Selanjutnya.. sering banget saya denger kalimat kayak gini, “wah kalau ikut kegiatan ini kita bisa jadi kreatif nih! Ikutan yuk?” Nah ini dia! Kalau menurut saya, ‘kegiatan-kegiatan’ atau yang ‘semacam’-nya itu bisa juga nih jadi peluang mereka untuk bisa menjadi orang yang kreatif atau pun inovatif juga. Jadi ‘kegiatan-kegiatan’ atau yang ‘semacam’-nya itu bertindak wadah atau sebagai media yang memfasilitasi agar mahasiswa bisa mengasah ke-kreatifitasannya. Tapi… belum tentu bisa menjadi orang yang kreatifitas, seperti yang saya bilang sebelumnya, tergantung mahasiswa itu menyikapinya aja dan juga keyakinannya dia. Hehehe

Ehm.. yang mau saya tekan-kan adalah, bahwa peluang, prospek, dan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi intinya adalah dari pemikiran masing-masing, dari kehidupan masa lalu mereka, dari lingkungan mereka, dari kesuksesan ataupun kegagalan yang pernah dialami, dari teman-teman mereka, dari orangtua mereka, atau… dari mereka sendiri! Semua itu tergantung bagaimana kesadaran mereka saja dan bagaimana mereka menyikapinya. Lalu, ada wadah yang menyediakan itu semua.. yaitu melalui kegiatan-kegiatan sehari-hari seorang mahasiswa. Misalnya kegiatan di perkuliahan kayak ikut organisasi ini itu, kegiatan mengerjakan tugas bersama, kegiatan belajar bersama teman-teman, mengikuti perlombaan yang dapat meningkatkan persaingan, pengunjungi pameran-pameran kesenian atau teknologi baru, dan lainnya. Karena dari kegiatan-kegiatan seperti itulah kita bisa bertukar pikiran dengan orang lain, melihat peluang-peluang yang ada, dan juga memperluas pemikiran kita terhadap sesuatu yang misalnya bisa kita buat lebih kreatif dan inovatif. Kegiatan bermain dengan teman-teman (misalnya game) juga bisa sebagai wadah. Kenapa? Karena menurut saya, di main game itu kadang-kadang kan gak masuk akal gitu. Nah yang gak masuk akal-akal gini nih yang ngebuat si pemikiran para pemainnya menjadi luas alias menjadi kreatif. Tapi kalau main game terlalu banyak juga gak baik. Jadi ya, secukupnya aja kan ya? Kegiatan diperkuliahan yang sudah saya sebutkan diatas adalah salah satu wadah terbesar yang dapat mempengaruhi ke-kreatifitasan seorang mahasiswa karena dari situ lah seorang mahasiswa dapat bergaul dengan banyak orang yang berbeda-beda suku, agama, ras, dan budaya. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, dari pergaulan itulah seorang mahasiswa mendapatkan pemikiran yang luas tentang sesuatu, tentang kehidupan, tentang sesorang, tentang abcdefghijklmnopqrstuvwxyz. Hal ini semua bisa membuat mahasiswa menjadi kreatifitas dan lebih inovatif loooh. Kenapa? Yaiya dong… sama aja kayak si mahasiswa itu mendapatkan banyak ‘sumber’ untuk dirinya yang akan berkembang. Begitu!

Tentang masalah. Hmm.. pasti ada dan pasti banyak dong masalah yang menghambat mahasiswa itu juga untuk berkreatifitas dan berinovasi. Kenapa pasti ada dan banyak? Karena, banyak juga setan sekeliling kita. He. He. He. Ya! Masalah-masalah tersebut bisa berasal dari dalam diri dan luar diri si mahasiswa itu sendiri. Misalnya dari yang dalam sendiri itu ada… niat dari dalam diri. Kenapa niat? Karena menurut saya, kalau niatnya tidak sempurna, tidak benar (untuk berbuat jahat), atau untuk orang yang emang yang sebenarnya gak niat, itu bisa dijadikan masalah. Bisa saja terjadi kegagalan untuk meraih kekreatifitasan itu bukan? Bisa juga gara-gara gak niat yang bener, malah jadi setengah-setengah ngerjainnya, jadi males, jadi berhenti ditengah jalan, gampang putus asa gitu.. Iyakan? Iya aja deh ya. Lalu, yang dari dalam diri kita lagi adalah.. rasa percaya diri atau juga rasa keyakinan diri sendiri. Kenapa ya? Konsep dasarnya sih ya, kalau kita tidak percaya diri dan kalau kita gak yakin sama kemampuan diri sendiri, mana mau orang juga yakin sama kita?

Masalah yang di luar diri mahasiswa itu sendiri juga ada, kayak pergaulan dengan teman. Kalau kita hidup di pergaulan yang orang-orangnya pemalas dan yang negatif-negatif lainnya gitu dan kalau kita gak kuat pendirian, bisa menghambat dong? Selanjutnya, factor keluarga juga bisa (menurut saya banget ini tapinya ya). Misalnya mahasiswa tersebut hidup di keluarga yang agak ketinggalan jaman atau orangtuanya agak ‘kolot’. Berpengaruh juga kan ke-kreatifitasan dan inovatifannya dia. Contoh gampangnya kayak misalnya orang tuanya gak suka mengajak anak-anaknya berlibur ke luar negeri karena pemikiran orangtuanya kalau ke luar negeri akan mengurangi cintanya terhadap Negara Indonesia, padahal sebenarnya keluarganya mampu untuk membiayai.  Nah hal sekecil ini nih bisa menghambat. Toh berlibur keluar negeri emangnya gak berpengaruh positif apa ya? Padahal kan si anak alias si mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan dan pemikiran yang banyak tentang negara lain yang mungkin lebih kreatif dan inovatif dibandingkan di Indonesia.

Dari pernyataan-pernyataan dari tadi diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa niat di diri mahasiswa itu sendiri adalah cara yang paling tepat dan sebenarnya merupakan dasar dari segala-galanya untuk melakukan suatu hal, apalagi melakukana suatu hal yang kreatif dan juga inovatif. Kita juga harus percaya diri dengan kemampuan kita dan juga pantang menyerah. Setelah itu, kita harus berpikir jernih agar semua pemikiran kita dapat tersalurkan dengan baik. Kita juga harus pintar-pintar memanfaatkan suatu situasi dan kondisi karena dari sanalah kita bisa memulai segalanya dengan baik.

Salah satu contoh melihat situasi, bisa dilihat dari level-level kreatifitas apa saja yang udah ada di jaman sekarang ini. Misalnya, berdasarkan kreatifitas level 1 (yang tidak ada menjadi ada) dan level 3 (kreatif instrumental; menciptakan benda/alat) itu agak sulit kali ya kalau jaman sekarang. Bisa sih mungkin, tapi dibutuhkan waktu yang lama untuk berpikir. Soalnya kayaknya udah serba ada gitu loh, jadi bingung lagi kan. Kreatif level 2 (kreatif komunikasi), bisa saja kita lakukan di keseharian-keseharian kita karena memang setiap manusia pasti menjalani komunikasi di kesehariaannya, bisa membuat kreatifitasan di level tersebut bukan? Yang agak mudah menurut saya adalah kreatif di level 4 (kreatif orientasional; menciptakan sesuatu yang sudah ada yang tadinya kurang bermanfaat menjadi bermanfaat) dan level 5 (kreatif inovasional; yang menghasilkan kreatifitas baru). Mengapa saya bilang agak mudah? Karena kita tidak perlu repot-repot untuk memikirkan barang apa yang baru. Hanya saja perlu dipikirkan added value yang akan ditambahkan di barang atau produk yang sudah ada.

Contoh kreatif level 4 misalnya… (yang terdekat dengan kehidupan saya sekarang)

Barang macam apakah itu? Gambar diatas merupakan produk yang dibuat oleh Bingo Company saat mata kuliah IBE di SBM ITB berlangsung. Saat IBE, setiap kelas harus membuat company dan produknya sendiri secara kreatif dan inovatif. Salah satu produk yang dibuat Bingo Company adalah sebuah buku catatan, yang berukuran sedang, tidak kecil dan juga tidak besar, yang diberikan added value berupa jam ditengahnya. Fungsinya jam itu apa? Fungsi jam tersebut adalah mempermudah para pengguna buku catatan tersebut untuk mengatur jadwal kesehariannya sesuai dengan waktunya. Bisa juga sebagai pengingat akan kegiatan-kegiatan apa saja yang harus dilakukan pada jam sekian-sekian-sekian. Jadi, di buku catatan tersebut terdapat tempat untuk menulis sesuai jamnya.

Selanjutnya, kita juga bisa memanfaat kan dari 4 tipe inovasi. 4 type inovasi itu ada; inovasi teknologi, inovasi proses, inovasi produk dan jasa, dan yang terakhir adalah inovasi model bisnis. Mungkin jaman sekarang ya kalau diliat-liat semua orang udah sering banget kan menciptakan ke empat tipe inovasi tersebut. Hmm.. tapi kalau diteliti lebih dalam, menurut saya, inovasi proses lah yang paling penting. Mengapa? Sebab proses lah yang menjadi dasar dari segalanya. Segala hal, segala sesuatu pasti dimulai dari proses. Maka dari itu, awalnya kita harus memperbarui prosesnya dahulu agar semuanya bisa berjalan dengan apa yang kita mau.

And finally,  “The World is Flat”

Buku yang menarik yang membuka pandangan pemikiran seseorang tentang dunia saat ini dan di masa yang akan datang. Alangkah lebih baiknya jika semua orang, terutama para mahasiswa atau lebih baik dibilang generasi muda, membaca buku ini. Apa isi dari buku ini? Secara garis besar mengajarkan kita untuk berpikir. Apabila kita menyadari perubahan yang terjadi di sekeliling kita dengan cepat, maka kita akan menjadi sebuah bangsa yang semakin terpuruk ke dalam jurang kehancuran. Karena itulah, mengapa saya berpendapat bahwa proseslah yang menjadi segalanya, terutama proses kita untuk berpikir untuk memulai sesuatu.

Kata terakhir, akhirnya, semua kreatifitas dan inovasi sebenrnya kembali ke dalam persepsi diri masing-masing orang sebagai manusia yang hidup di muka bumi ini.

Maaf kalau agak berlibet, memang begini gaya saya menulis.

Saya, Ayu. Terimakasih.

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: